

Menjadi siswa kelas akhir bukan hanya tentang menyelesaikan ujian dan mempersiapkan kelulusan. Pada fase ini, siswa juga perlu merefleksikan perjalanan yang telah dilalui, mengenali nilai-nilai dalam dirinya, serta mempersiapkan mental untuk menghadapi jenjang kehidupan berikutnya.
Melalui Recollection Camp Sekolah Citra Kasih Samarinda, siswa Grade 9 dan Grade 12 mendapatkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas akademik. Mereka diajak mempererat kebersamaan, memperkuat karakter dan iman, serta menyusun langkah menuju masa depan dengan lebih terarah.
Recollection Camp atau R-Camp 2026 dilaksanakan selama tiga hari dua malam, pada 11–13 Mei 2026, di Putak, Bukit Rahmat, Kutai Kartanegara. Berbagai kegiatan dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang reflektif, menyenangkan, dan bermakna bagi para siswa kelas akhir.
Recollection Camp sebagai Penutup Perjalanan Siswa Kelas Akhir
Bagi siswa Grade 9 dan Grade 12, masa kelulusan menjadi titik penting yang menandai berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan baru.
Karena itu, Recollection Camp tidak hanya menjadi kegiatan perkemahan sekolah. Program ini menjadi momen bagi siswa untuk mengenang perjalanan bersama teman dan guru, memahami perkembangan dirinya, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan.
Selama kegiatan, siswa mengikuti sesi refleksi, talk show, outbound, diskusi, permainan kelompok, dan Family Gathering. Setiap aktivitas memiliki tujuan untuk membangun karakter, ketangguhan, rasa syukur, dan hubungan yang lebih positif dengan orang-orang di sekitar mereka.
Hari Pertama: Menemukan Nilai Diri melalui “Finding My Value”
Hari pertama Recollection Camp dimulai dengan berbagai aktivitas yang membangun kebersamaan antarsiswa. Melalui permainan dan dinamika kelompok, mereka belajar berkomunikasi, saling mendukung, dan menikmati waktu bersama sebelum berpisah menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Selain kegiatan yang menyenangkan, siswa juga mengikuti sesi talk show bertema “Finding My Value.” Sesi ini dibawakan oleh para guru Sekolah Citra Kasih Samarinda untuk membantu siswa memahami nilai-nilai yang ada dalam diri mereka.
Siswa diajak mengenali hal-hal yang mereka anggap penting, kekuatan yang dimiliki, serta prinsip yang ingin dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan. Pemahaman mengenai nilai diri menjadi fondasi bagi siswa dalam mengambil keputusan, membangun hubungan, dan menentukan arah masa depan.
Melalui sesi ini, siswa belajar bahwa setiap orang memiliki nilai, pengalaman, dan perjalanan yang berbeda. Mereka tidak perlu membandingkan dirinya dengan orang lain, tetapi perlu terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Hari Kedua: Menemukan Arah dan Mempersiapkan Masa Depan
Pada hari kedua, siswa mendapatkan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap jenjang.
Siswa Grade 9 mengikuti sesi “Finding My Path”, sedangkan siswa Grade 12 mendapatkan materi tentang “Membangun Personal Branding.”
Finding My Path untuk Siswa Grade 9
Sesi Finding My Path membantu siswa Grade 9 memahami bahwa memasuki jenjang SMA membutuhkan kesiapan akademik, emosional, dan sosial.
Mereka diajak mengenali minat, potensi, serta tujuan yang ingin dicapai. Siswa juga belajar bahwa menentukan masa depan bukanlah proses yang harus selesai dalam satu waktu. Mereka dapat terus mengeksplorasi pilihan, belajar dari pengalaman, dan meminta dukungan dari orang-orang yang dipercaya.
Mikhael Tjan, salah satu siswa Grade 9, membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Di R-Camp saya belajar untuk mencari masa depan saya dan bagi saya itu topik yang bagus. Di R-Camp saya merasa senang bisa berjalan dengan teman-teman saya untuk terakhir kali sebelum mereka pergi.”
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa R-Camp tidak hanya memberikan wawasan tentang masa depan, tetapi juga menjadi ruang untuk menghargai kebersamaan yang telah dibangun selama masa sekolah.
Personal Branding untuk Siswa Grade 12
Sementara itu, siswa Grade 12 mengikuti sesi tentang membangun personal branding. Materi ini membantu mereka memahami pentingnya mengenali kelebihan, nilai, kemampuan, dan karakter yang ingin ditampilkan saat memasuki dunia perguruan tinggi maupun lingkungan yang lebih luas.
Personal branding bukan sekadar membangun citra di hadapan orang lain. Siswa diajak memahami bahwa personal branding yang kuat harus dimulai dari pengenalan diri, integritas, konsistensi, serta kemampuan memberikan dampak positif.
Melalui sesi tersebut, siswa belajar mempersiapkan dirinya untuk menghadapi berbagai kesempatan dan tantangan setelah lulus sekolah.
Outbound untuk Membangun Mental Tangguh dan Kerja Sama
Persiapan menuju masa depan tidak hanya membutuhkan perencanaan, tetapi juga mental yang tangguh. Karena itu, kegiatan hari kedua dilengkapi dengan outbound yang menghadirkan berbagai tantangan fisik dan kelompok.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak keluar dari zona nyaman, bekerja sama, membangun kepercayaan, dan menghadapi rintangan dengan lebih percaya diri.
Setiap tantangan mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu dapat dicapai secara individu. Siswa perlu mendengarkan, berkomunikasi, membagi peran, dan saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.
Ketika mengalami kesulitan, siswa juga belajar untuk tidak mudah menyerah. Mereka diajak mencoba kembali, melakukan evaluasi, serta menemukan cara yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah.
Pengalaman tersebut membantu siswa mengembangkan resiliensi atau kemampuan untuk bertahan, bangkit, dan terus melangkah ketika menghadapi perubahan maupun kegagalan.
Hari Ketiga: Family Gathering dan “Jembatan Hati”
Hari ketiga sekaligus penutup Recollection Camp diisi dengan Family Gathering yang mempertemukan siswa dan orang tua.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat hubungan keluarga serta membantu orang tua memahami kebutuhan anak pada masa remaja. Salah satu agenda utamanya adalah sesi parenting bertema “Jembatan Hati: Cara Orang Tua dan Anak Saling Memahami.”
Materi disampaikan oleh Veronika Hinum, S.K.M., M.M., Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda.
Dalam sesi tersebut, orang tua diajak memahami pentingnya melihat situasi dari sudut pandang anak saat berkomunikasi. Perbedaan zaman, pengalaman, dan cara berpikir antara orang tua dan anak dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak dijembatani dengan komunikasi yang terbuka.
Komunikasi yang dilandasi empati membantu orang tua mendengarkan tanpa langsung menghakimi. Anak pun akan merasa lebih aman untuk menyampaikan perasaan, tantangan, dan kebutuhan mereka.
Membangun Kedekatan antara Orang Tua dan Anak
Family Gathering tidak hanya berisi sesi materi. Siswa dan orang tua juga mengikuti permainan bersama yang dirancang untuk membangun keakraban, kerja sama, dan komunikasi.
Salah satu momen paling bermakna terjadi ketika anak dan orang tua mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai perasaan yang mungkin belum pernah diungkapkan sebelumnya.
Dalam suasana yang hangat dan penuh haru, mereka saling mendengarkan, menyampaikan apresiasi, mengungkapkan rasa terima kasih, serta memperkuat hubungan satu sama lain.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam perjalanan siswa menghadapi masa depan. Anak membutuhkan orang tua yang bersedia mendengarkan, sedangkan orang tua juga perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan perhatian dan harapannya dengan cara yang positif.
Pengalaman Berkesan yang Akan Terus Dikenang
Seluruh rangkaian Recollection Camp menghadirkan pembelajaran dan kenangan yang akan terus dibawa oleh para siswa setelah meninggalkan bangku sekolah.
Stephanie, salah satu siswa Grade 12, mengungkapkan bahwa R-Camp 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena merupakan camp pertama sekaligus terakhir yang diikutinya bersama teman-teman satu angkatan.
Menurut Stephanie, suasana alam yang tenang dan minimnya penggunaan telepon genggam membuat para siswa dapat lebih menikmati kebersamaan. Melalui berbagai sesi refleksi, mereka diajak mengenang perjalanan selama tiga tahun, saling memberikan apresiasi, meminta maaf, serta mempererat hubungan satu sama lain.
Ia berharap kegiatan seperti Recollection Camp dapat terus diselenggarakan karena menjadi salah satu pengalaman sekolah yang paling bermakna dan meninggalkan kenangan mendalam bagi siswa.
Membekali Siswa untuk Melangkah ke Masa Depan
Recollection Camp Sekolah Citra Kasih Samarinda menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik di dalam kelas.
Siswa juga membutuhkan pengalaman yang membantu mereka memahami diri sendiri, membangun hubungan positif, menguatkan karakter, dan mempersiapkan perubahan dalam kehidupan.
Melalui sesi refleksi, pembekalan masa depan, kegiatan outbound, serta Family Gathering, siswa Grade 9 dan Grade 12 mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh secara emosional, sosial, dan spiritual.
R-Camp bukan sekadar penutup perjalanan sekolah, tetapi menjadi awal bagi siswa untuk melangkah menuju masa depan dengan hati yang lebih siap, karakter yang lebih kuat, dan kesadaran bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Pendidikan yang Mendampingi Pertumbuhan Siswa secara Menyeluruh
Sekolah Citra Kasih Samarinda berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesejahteraan, kemandirian, serta kesiapan siswa menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan seperti Recollection Camp, setiap siswa diberikan ruang untuk mengenali potensinya, membangun hubungan yang bermakna, dan menemukan nilai yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan.
Hubungi tim Admission Sekolah Citra Kasih Samarinda untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program pendidikan, kegiatan siswa, dan informasi pendaftaran.



