SD Ciputra Kasih CitraLand Surabaya Perkuat Pendidikan Global melalui Cultural Exchange bersama St. Andrew’s Junior School Singapore

Surabaya – Pengalaman belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui interaksi dengan siswa dari negara lain, anak dapat belajar memahami budaya, melihat perspektif baru, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

Hal inilah yang dihadirkan SD Ciputra Kasih CitraLand Surabaya melalui kegiatan School Visit & Cultural Exchange bersama St. Andrew’s Junior School (SASJ), Singapore. Mengusung tema “Bridging Cultures, Exploring Knowledge, and Building Friendship,” kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar dan membangun persahabatan dalam lingkungan yang lebih luas.

25 Siswa Singapore Bertemu 50 Siswa SD Ciputra Kasih

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan 25 siswa serta 7 guru pendamping dari St. Andrew’s Junior School Singapore. Mereka kemudian berkolaborasi dengan 50 siswa SD Ciputra Kasih CitraLand Surabaya yang berperan sebagai peer buddies.

Melalui peer matching, para siswa memiliki kesempatan untuk berkenalan, berkomunikasi, dan mengikuti berbagai aktivitas bersama. Perbedaan negara dan budaya justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan belajar.

Kegiatan diawali dengan penyambutan yang dimeriahkan oleh tarian pembuka dan paduan suara siswa, kemudian dilanjutkan dengan school tour untuk memperkenalkan lingkungan dan fasilitas pembelajaran SD Ciputra Kasih CitraLand Surabaya.

Belajar Bersama melalui Phenomenon-Based Learning

Siswa SD Ciputra Kasih CitraLand Surabaya mengikuti cultural exchange bersama siswa St Andrew's Junior School SingaporeSalah satu bagian utama dari kegiatan ini adalah pembelajaran Phenomenon-Based Learning (POE) dengan tema budaya dan lingkungan.

Siswa dari kedua sekolah ditempatkan dalam kelompok lintas negara untuk berdiskusi, mengeksplorasi ide, menyusun solusi, dan bertukar perspektif.

Pengalaman ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan, seperti:

  • Critical thinking
  • Communication
  • Collaboration
  • Creativity

Dengan demikian, cultural exchange tidak hanya menjadi kegiatan perkenalan budaya, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Ketika Perbedaan Menjadi Ruang untuk Belajar

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas olahraga kelompok dan praktikum sains. Para siswa kembali bekerja sama dalam berbagai tantangan dan eksperimen.

Interaksi sederhana selama kegiatan menjadi pengalaman yang berharga. Siswa belajar berkomunikasi dengan teman yang memiliki latar belakang berbeda, berbagi pengetahuan, sekaligus memahami bahwa setiap orang dapat memiliki cara pandang yang berbeda.

Inilah salah satu nilai penting dari pendidikan berorientasi global: mempersiapkan anak untuk mampu berinteraksi dan bekerja sama dengan siapa pun.

Menutup Perjalanan dengan Karya dan Persahabatan

Hari terakhir diisi dengan presentasi hasil pembelajaran, penampilan seni dari kedua sekolah, serta pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sambutan dari pimpinan sekolah dan foto bersama.

Bagi para siswa, tiga hari tersebut bukan hanya menjadi sebuah kunjungan sekolah. Mereka mendapatkan pengalaman untuk belajar, bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun hubungan dengan teman dari negara lain.

Membangun Pendidikan Berwawasan Internasional Sejak Sekolah Dasar

Kegiatan School Visit & Cultural Exchange SD Ciputra Kasih CitraLand Surabaya dan St. Andrew’s Junior School Singapore menunjukkan bagaimana pengalaman internasional dapat menjadi bagian dari proses pendidikan sejak usia sekolah dasar.

Melalui kesempatan untuk berinteraksi dengan siswa dari lingkungan dan budaya berbeda, anak mendapatkan pengalaman yang membantu mereka menjadi lebih terbuka, adaptif, percaya diri, kolaboratif, dan menghargai keberagaman.

Bagi SD Ciputra Kasih CitraLand Surabaya, pendidikan tidak hanya tentang apa yang dipelajari siswa di dalam kelas. Pendidikan juga tentang bagaimana mereka menggunakan pengetahuan tersebut untuk memahami dunia dan membangun hubungan dengan orang lain.

Karena ketika anak mulai mengenal dunia sejak dini, mereka tidak hanya belajar tentang perbedaan. Mereka belajar bagaimana menjadi bagian dari dunia yang lebih luas.

Artikel Lain
WhatsApp