SAMARINDA – Mengajarkan anak tentang keselamatan diri tidak harus selalu dilakukan melalui penjelasan yang serius. Bagi anak usia dini, pembelajaran akan lebih mudah dipahami ketika disampaikan melalui pengalaman yang dekat dengan dunia mereka.
Hal tersebut dihadirkan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) KB-TK Sekolah Citra Kasih Samarinda melalui edukasi bertema “Stranger Danger”. Kegiatan ini mengajak siswa mengenali situasi yang berpotensi membahayakan serta memahami langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan diri.
Belajar Mengenali Situasi yang Tidak Aman
Melalui metode role-play, simulasi, diskusi, dan tanya jawab, anak-anak diperkenalkan pada situasi ketika mereka bertemu dengan orang yang tidak dikenal.
Siswa belajar bahwa mereka perlu berhati-hati ketika mendapatkan makanan, minuman, hadiah, atau ajakan dari orang yang tidak mereka kenal. Guru juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya segera mencari bantuan ketika berada dalam situasi yang membuat mereka merasa tidak aman atau tidak nyaman.
Anak-anak dilatih untuk berani mengatakan “tidak”, menjauh dari situasi yang mencurigakan, kemudian mencari bantuan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.
Role-Play Membuat Edukasi Keselamatan Lebih Mudah Dipahami
Untuk anak usia KB-TK, memahami konsep keselamatan diri tentu membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Karena itu, materi Stranger Danger disampaikan secara interaktif melalui berbagai simulasi. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga diajak melihat contoh situasi dan menentukan tindakan yang tepat.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa mengingat langkah-langkah keselamatan yang telah dipelajari.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti simulasi, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi bersama guru.
Membangun Keberanian Anak untuk Berkata “Tidak”
Salah satu pembelajaran penting dari kegiatan ini adalah membangun keberanian anak untuk menyampaikan ketika mereka merasa tidak nyaman atau berada dalam situasi yang tidak aman.
Anak belajar bahwa mereka memiliki hak untuk mengatakan “tidak” dan mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa terancam.
Keterampilan sederhana ini menjadi bagian dari pembentukan karakter sejak dini, terutama dalam membangun rasa percaya diri, kewaspadaan, dan kemampuan mengambil keputusan.
Keselamatan Anak Dimulai dari Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
Edukasi mengenai keselamatan diri tidak berhenti ketika kegiatan MPLS selesai. Anak membutuhkan penguatan secara konsisten agar pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan keselamatan anak. Dengan pesan yang konsisten antara sekolah dan rumah, anak dapat semakin memahami bagaimana menjaga dirinya ketika berada di lingkungan yang berbeda.
Melalui kegiatan Stranger Danger, KB-TK Sekolah Citra Kasih Samarinda berupaya menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik dan karakter, tetapi juga membantu anak memiliki kesadaran terhadap keselamatan dirinya.
Karena mempersiapkan anak untuk masa depan juga berarti mengajarkan mereka untuk mengenali situasi, berani bersikap, dan tahu kapan harus meminta bantuan.




