Mendampingi anak yang memasuki masa remaja merupakan perjalanan yang penuh tantangan bagi banyak orang tua. Perubahan emosi, cara berpikir, hingga cara anak berkomunikasi sering kali membuat orang tua perlu memahami kembali bagaimana cara memberikan dukungan yang tepat.
Untuk membantu orang tua menghadapi fase tersebut, Sekolah Ciputra Kasih Semarang menyelenggarakan seminar parenting bertema:
“Anak Berubah, Orang Tua Bertumbuh: Belajar Mengelola Emosi dalam Mendampingi Remaja.”
Kegiatan seminar parenting ini dilaksanakan pada 26 September 2026 di Auvi Lantai 4 Sekolah Ciputra Kasih Semarang dan diikuti oleh 25 orang tua siswa.
Seminar menghadirkan Yunita Sri Handayani sebagai pembicara yang membagikan wawasan mengenai perkembangan remaja, pengelolaan emosi, serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
Pentingnya Seminar Parenting untuk Memahami Perkembangan Remaja
Masa remaja merupakan fase perubahan besar dalam kehidupan anak. Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan secara fisik, emosional, maupun sosial.
Dalam seminar parenting ini, Yunita menjelaskan bahwa perubahan perilaku remaja tidak dapat dilepaskan dari proses perkembangan tubuh dan otak mereka.
Perubahan hormon dapat memengaruhi cara remaja merasakan dan merespons berbagai situasi.
Pada remaja perempuan, perubahan hormon seperti estrogen dan progesteron dapat membuat suasana hati lebih mudah berubah dan meningkatkan sensitivitas terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, pada remaja laki-laki, perkembangan hormon testosteron dapat memengaruhi energi, dorongan untuk menunjukkan kemampuan diri, serta kecenderungan mengambil keputusan secara lebih spontan.
Di sisi lain, bagian otak yang berperan dalam pengendalian diri dan pengambilan keputusan masih terus berkembang.
Pemahaman ini membantu orang tua melihat bahwa beberapa perubahan sikap anak merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, bukan semata-mata bentuk kenakalan atau penolakan.
Belajar Mengelola Emosi Sebelum Mendampingi Anak
Salah satu pesan penting dalam seminar parenting ini adalah bahwa proses mendampingi anak dimulai dari kemampuan orang tua memahami dirinya sendiri.
Sebelum meminta anak untuk mengelola emosinya, orang tua juga perlu belajar mengenali dan mengelola respons emosional mereka.
Yunita menyampaikan bahwa hubungan yang sehat antara orang tua dan anak dapat dibangun melalui:
- kemampuan mendengarkan dengan lebih sabar,
- memberikan respons dengan lebih tenang,
- memahami sudut pandang anak,
- serta membangun komunikasi yang terbuka.
Karena ketika orang tua mampu hadir secara emosional, anak akan merasa lebih aman untuk berbagi cerita dan menghadapi tantangan yang mereka alami.
Membangun Komunikasi Positif antara Orang Tua dan Anak
Sepanjang kegiatan seminar parenting di Sekolah Ciputra Kasih Semarang, para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mendampingi anak remaja.
Berbagai tantangan dibahas, mulai dari:
- perubahan cara komunikasi anak,
- menghadapi emosi anak yang sulit diprediksi,
- membangun kedekatan di tengah kesibukan,
- hingga memahami kebutuhan emosional remaja.
Melalui diskusi tersebut, orang tua mendapatkan perspektif baru bahwa setiap fase perkembangan anak membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Refleksi Orang Tua melalui Aktivitas Menulis Surat untuk Anak
Selain sesi materi, seminar parenting ini juga dilengkapi dengan aktivitas refleksi berupa menulis surat untuk anak di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua diajak membayangkan momen ketika anak mereka kelak memasuki fase kehidupan baru, termasuk saat pernikahan.
Para peserta kemudian menuangkan doa, harapan, pesan, dan rasa syukur mereka melalui sebuah surat.
Aktivitas ini menjadi pengingat bahwa masa remaja hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang seorang anak.
Hubungan yang dibangun antara orang tua dan anak hari ini akan menjadi fondasi penting bagi kedekatan mereka di masa depan.
Suasana penuh haru terasa ketika para orang tua mulai menuliskan pesan pribadi untuk anak mereka.
Seminar Parenting sebagai Bagian dari Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
Bagi Sekolah Ciputra Kasih Semarang, pendidikan tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga membutuhkan kolaborasi bersama orang tua.
Melalui kegiatan seminar parenting, sekolah memberikan ruang bagi orang tua untuk terus belajar, bertumbuh, dan mendapatkan pemahaman baru dalam mendampingi perkembangan anak.
Karena setiap anak bertumbuh melalui proses yang berbeda.
Dan ketika anak berubah, orang tua pun memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh bersama mereka.
Sekolah Ciputra Kasih Semarang
Growing Together, Inspiring the Future.
FAQ SEO
Apa itu seminar parenting?
Seminar parenting adalah kegiatan edukasi yang memberikan wawasan dan strategi kepada orang tua mengenai pola asuh, komunikasi keluarga, serta cara mendampingi perkembangan anak.
Mengapa orang tua perlu mengikuti seminar parenting?
Seminar parenting membantu orang tua memahami perubahan anak, terutama saat memasuki masa remaja, serta belajar membangun komunikasi yang lebih positif dan mendukung.
Apa manfaat seminar parenting untuk orang tua dengan anak remaja?
Seminar parenting membantu orang tua memahami perkembangan emosi remaja, mengelola respons diri, menghadapi tantangan komunikasi, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak.
Apa tema seminar parenting di Sekolah Ciputra Kasih Semarang?
Seminar parenting Sekolah Ciputra Kasih Semarang mengangkat tema “Anak Berubah, Orang Tua Bertumbuh: Belajar Mengelola Emosi dalam Mendampingi Remaja.”
Bagaimana seminar parenting membantu hubungan orang tua dan anak?
Melalui seminar parenting, orang tua mendapatkan pemahaman mengenai kebutuhan emosional anak sehingga dapat memberikan respons yang lebih tepat dan membangun hubungan yang lebih kuat.




